Jahe (Zingiber officinale Rosc) merupakan salah satu dari temu-temuan suku Zingiberaceae yang menempati posisi sangat penting dalam perekonomian masyarakat Indonesia. Jahe berperan penting dalam berbagai aspek berupa kegunaan, perdagangan, kehidupan, adat kebiasaan, kepercayaan dalam masyarakat bangsa Indonesia yang sifatnya majemuk dan terpencar-pencar. Jahe juga termasuk komoditas yang sudah ribuan tahun digunakan sebagai bagian dari ramuan rempah-rempah yang diperdagangkan secara luas di dunia ini. Walaupun tidak terlalu menyolok, penggunaan komoditas jahe berkembang dari waktu ke waktu, baik itu mengenai jumlah, variasi, kegunaan maupun mengenai nilai ekonominya.
Jahe merupakan tanaman obat dan rempah berupa tumbuhan rumpun berbatang semu dan
merupakan rimpang dari tanaman bernama ilmiah Zingiber officinale Rosc. Jahe berasal dari Asia Pasifik yang tersebar dari India sampai Cina. Oleh karena itu kedua bangsa ini disebut-sebut sebagai bangsa yang pertama kali memanfaatkan jahe terutama sebagai bahan minuman, bumbu masak dan obat-obatan tradisional.
Tanaman jahe di dunia tersebar di daerah tropis, di benua Asia dan Kepulauan Pasifik. Akhir-akhir ini jahe dikembangkan di Jamaica, Brazil, Hawai, Afrika, India, China dan Jepang, Filipina, Australia, Selandia Baru, Thailand dan Indonesia. Jahe tumbuh di Indonesia ditemukan di semua wilayah Indonesia yang ditanam secara monokultur dan polikultur (Hasanah,et al., 2004)
Dalam dunia perdagangan, penamaan jahe didasarkan kepada daerah asalnya, misal jahe
Afrika, jahe Chochin atau jahe Jamika. Sejak 250 tahun yang lalu, jahe di Cina sudah digunakan sebagai bumbu dapur dan obat. Di Malaysia, Filipina, dan Indonesia jahe banyak digunakan sebagai obat tradisional. Sedangkan di Eropa pada abad pertengahan, jahe digunakan sebagai aroma pada bir (Hardianto, 2005).
Jenis-jenis Jahe
Berdasarkan ukuran, bentuk dan warna rimpangnya dikenal 3 jenis jahe yaitu jahe putih/
kuning besar atau sering disebut jahe gajah, jahe putih kecil/jahe emprit dan jahe merah.
Berikut dijelaskan gambaran umum ketiga jenis jahe tersebut.
1. Jahe putih/kuning besar/jahe gajah/jahe badak
Varietas jahe ini banyak ditanam di masyarakat dan dikenal dengan nama Zingiber officinale var. officinale. Batang jahe gajah berbentuk bulat, berwarna hijau muda, diselubungi pelepah daun, sehingga agak keras. Tinggi tanaman 55.88-88,38 cm. Daun tersusun secara berselang-seling dan teratur, permukaan daun bagian atas berwarna hijau muda jika dibandingkan dengan bagian bawah. Luas daun 24.87-27.52 cm2dengan ukuran panjang 17.42-21.99 cm, lebar 2.00-2.45 cm, lebar tajuk antara 41.05-53.81 cm dan jumlah daun dalam satu tanaman mencapai 25-31 lembar.
Ukuran rimpangnya lebih besar dan gemuk jika dibandingkan jenis jahe lainnya. Jika diiris rimpang berwarna putih kekuningan. Berat rimpang berkisar 0.18-1.04 kg dengan panjang
15.83-32.75 cm, ukuran tinggi 6.02-12.24 cm. Ruas rimpangnya lebih menggembung dari kedua varietas lainnya. Jenis jahe ini bisa dikonsumsi baik saat berumur muda maupun berumur tua, baik sebagai jahe segar maupun jahe olahan.
Akar jahe gajah ini memiliki serat yang sedikit lembut dengan kisaran panjang akar 4.53-6.30 cm dan diameter mencapai kisaran 4.53-6.30 mm. Rimpang memiliki aroma yang kurang
tajam dan rasanya kurang pedas. Kandungan minyak atsiri pada jahe gajah 0.82-1.66%, kadar pati 55.10%, kadar serat 6.89% dan kadar abu 6.6-7,5%. Jahe gajah diperdagangkan sebagai rimpang segar setelah dipanen pada umur 8-9 bulan.
Rimpang tua ini padat berisi. Ukuran rimpangnya 150-200 gram/rumpun. Ruasnya utuh ;
daging rimpangnya cerah ; bebas luka dan bersih dari batang semu, akar, serangga tanah dan
kotoran yang melekat.
2. Jahe putih/kuning kecil/jahe sunti/jahe emprit

Jahe ini dikenal dengan nama Latin Zingiber officinale var amarum, memiliki rimpang
dengan bobot berkisar antara 0.5-0.7 kg/rumpun. Struktur rimpang kecil-kecil dan berlapis. Daging rimpang berwarna putih kekuningan. Tinggi rimpangnya dapat mencapai 11 cm dengan panjang antara 6-30 cm dan diameter antara 3.27-4.05 cm. Ruasnya kecil, agak rata sampai agak sedikit menggembung. Jahe ini selalu dipanen setelah berumur tua. Akar yang keluar dari rimpang berbentuk bulat. Panjang dapat mencapai 26 cm dan diameternya berkisar antara 3.91-5.90 cm. Akar yang banyak dikumpulkan dari satu rumpun dapat mencapai 70 g lebih banyak dari akar jahe besar.
Tinggi tanaman jika diukur dari permukaan tanah sekitar 40-60 cm sedikit lebih pendek dari jahe besar. Bentuk batang bulat dan warna batang hijau muda hampir sama dengan jahe besar, hanya penampilannya lebih ramping dan jumlah batangnya lebih banyak.Kedudukan daunnya berselang seling dengan teratur. Warna daun hijau muda dan berbentuk lancet. Jumlah daun dalam satu batang 20-30 helai. Panjang daun dapat mencapai 20 cm dengan lebar daun rata-rata 25 cm.
Kandungan dalam rimpang jahe emprit yaitu minyak atsiri 1,5-3,5%, kadar pati 54,70%, kadar serat 6,59% dan kadar abu 7,39-8,90%. Kandungan minyak atsirinya lebih besar dari pada
jahe gajah, sehingga rasanya lebih pedas, disamping seratnya tinggi. Jahe ini cocok untuk ramuan obat-obatan, atau untuk diekstrak oleoresin dan minyak atsirinya.
3. Jahe merah atau jahe sunti

Jahe merah/jahe sunti (Zingiber officinale var. rubrum) memiliki rimpang dengan bobot
antara 0.5-0.7 kg/rumpun. Struktur rimpang jahe merah, kecil berlapis-lapis dan daging rimpangnya berwarna merah jingga sampai merah, ukuran lebih kecil dari jahe kecil. Diameter rimpang dapat mencapai 4 cm dan tingginya antara 5,26-10,40 cm. Panjang rimpang dapat mencapai 12.50 cm. Jahe merah selalu dipanen setelah tua, dan juga memiliki kandungan minyak atsiri yang lebih tinggi dibandingkan jahe kecil, sehingga cocok untuk ramuan obat-obatan.
Akar yang keluar dari rimpang berbentuk bulat, berdiameter antara 2,9-5,71 cm dan panjangnya dapat mencapai 40 cm. Akar yang dikumpulkan dalam satu rumpun jahe merah dapat mncapai 300 gram, jauh lebih banyak dari jahe gajah dan jahe emprit. Susunan daun terletak berselang-seling teratur, berbentuk lancet dan berwarna hijau muda hingga hijau tua. Panjang daun dapat mencapai 25 cm dengan lebar antara 27-31 cm. Kandungan dalam rimpang jahe merah antara lain minyak atsiri 2,58-3,90%, kadar pati 44,99%, dan kadar abu 7,46%.
Jahe merah memiliki kegunaan yang paling banyak jika dibandingkan jenis jahe yang lain. Jahe ini merupakan bahan penting dalam industri jamu tradisional dan umumnya dipasarkan.
sumber: http://www.putraindonesiamalang.or.id/jahe-sejarah-dan-perkembangannya.html
Ketumbar
Ketumbar (Coriandrum sativum) adalah rempah-rempah yang populer. Buahnya kecil dikeringkan dan dihancurkan, baik untuk diperdagangkan atau tidak. Bentuk digerus seperti merica, mirip dengan biji kecil-kecil seperti diameter 1-2 mm. Dalam perdagangan obat ia dipanggil coriandri fructus. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai ketumbar dan di Amerika Latin yang dikenal sebagai daun ketumbar. Tanaman ini berasal dari Eropa Selatan dan Laut Kaspia.
Berbagai jenis masakan tradisional di Indonesia sering menggunakan tanaman ini dalam bentuk benih beraroma butiran keras yang disebut ketumbar. Dengan bumbu,aroma masakan akan menjadi lebih nyata.
Tidak hanya benih yang sering digunakan dalam memasak. Daun senyawa seperti seledri diiris dan memercikkan dalam masakan khas sup dan salad seperti Thailand. Dalam negeri, diberi nama phak chee ketumbar. Sama dengan biji, daun ketumbar juga beraroma.
Biasanya, tanaman ini tumbuh di area dataran rendah dan pegunungan. Sama dengan seledri, itu hanya mencapai ketinggian satu meter dari tanah.
Daun hijau dengan margin yang bergerigi. Padahal, untuk bersusun berbentuk payung mejemuknya bunga berwarna putih dan merah muda. Buah, bentuknya hampir bulat kuning bersusun, ketika matang, buah adalah mudahdirontokkan. Setelah itu, buah kering.
Di sana, biji kering. Di beberapa daerah, ketumbar sering diberikan nama yang berbeda. Anda pasti sudah tahu ketumbar atau daun ketumbar biasanya digunakan dalammembuat masakan Indonesia. Tapi ternyata Selain itu dapat digunakan untuk memasak, Cilantro memiliki manfaat kesehatan lainnya termasuk: Mengecilkan perut besar, Cilantro adalah sumber alami atas limonene.
Manfaat daun ketumbar
Flavonoid ini menghambat lemak jenuh lemak perut mengabsorp dan mengirim mereka ke hatisehingga itu segera dihilangkan, jelas ahli University of Western Ontario, Kanada.Selain itu, beberapa acara belajar yang terpisah, hanya 1 sendok teh masakan segar mampu dengan cepat menenangkan gangguan pencernaan, kembung mengatasisaluran dalam waktu 24 jam.
Menciptakan rasa kenikmatan, sedikit ketumbar dapat membangkitkan rasa bahagiadalam sekejap. Khasiat berasal dari kandungan kaempferol, jenis fitokimia yang mempercepat membakar glukosa yang mana memberikan, demikian menurut sebuahstudi Jepang. Kaempferol juga meningkatkan rasa senang dengan melumpuhkan monoamine oksidase, jenis enzim yang mencegah hormon-bahagia (serotonin dandopamin).
Membunuh kuman, ketumbar konten alkohol, borneol, membunuh virus denganmelarutkan lemak kulit yang mengandung microorganisme. Para ahli di georgetown University Medical Center di Washington, DC, ditemukan bahwa membunuh kumanborneol ditularkan dari makanan seperti e. coli baiknyua sama dengan antibiotik yangdiresepkan.
Kulit cantik, percikan sendok teh ketumbar ke dalam makanan setiap hari dapatmenurunkan risiko kanker kulit sampai 30%. Rempah segar mengandung antioksidanasam caffeic dan asam chlorogonic yang melahap radikal-radikal bebas penyebabkanker dihasilkan matahari, sehingga sesuai dengan temuan dari penelitian diVanderbilt University, Nashville. Proses ini juga melindungi kulit dari keriput dantanda-tanda kerusakan untuk sinat UV lainnya.
Manfaat untuk obat, daun ketumbar Minyak Atsiri mengandung senyawa antibakteri dan dapat digunakan sebagai fungsida. Diduga dapat digunakan untuk mengobati infek sisaluran kemih. Daun dan biji ketumbar biji bantuan pencernaan, mengeluarkan gasdalam perut, mengatasi mual, mengurangi nyeri rematik, peradangan, sakit kepaladan stres mental. Biji ketumbar diduga mengandung senyawa yang dapatmenurunkan kolesterol.
sumber: http://www.kompasiana.com/emadinu/sejarah-ketumbar-dan-manfaatnya_56203138f77a6175048b4567
Kunyit
Kunyit merupakan tanaman obat berupa semak dan bersifat tahunan(perenial) yang tersebar di seluruh daerah tropis. Tanaman kunyit tumbuhsubur dan liar disekitar hutan/bekas kebun. Diperkirakan berasal dari Binar pada ketinggian 1300-1600 m dpl, ada juga yang mengatakan bahwa kunyitberasal dari India.
Kata Curcuma
berasal dari bahasa Arab Kurkum danYunani Karkom. Pada tahun 77-78 SM,
Dioscorides menyebut tanaman inisebagai Cyperus menyerupai jahe, tetapi
pahit, kelat, dan sedikit pedas,tetapi tidak beracun. Tanaman ini banyak
dibudidayakan di Asia Selatankhususnya di India, Cina Selatan, Taiwan,
Indonesia (Jawa), dan Filipina.DeskripsiTanaman kunyit tumbuh bercabang
dengan tinggi 40-100 cm. Batangmerupakan batang semu, tegak, bulat,
membentuk rimpang dengan warnahijau kekuningan dan tersusun dari pelepah
daun (agak lunak). Daun tunggal,bentuk bulat telur (lanset) memanjang
hingga 10-40 cm, lebar 8-12,5 cm danpertulangan menyirip dengan warna
hijau pucat. Berbunga majemuk yangberambut dan bersisik dari pucuk
batang semu, panjang 10-15 cm denganmahkota sekitar 3 cm dan lebar 1,5
cm, berwarna putih/kekuningan. Ujungdan pangkal daun runcing, tepi daun
yang rata. Kulit luar rimpang berwarnajingga kecoklatan, daging buah
merah jingga kekuning-kuningan.
Kunyit
banyak digunakan sebagai ramuan jamu karenaberkhasiat menyejukkan,
membersihkan, mengeringkan, menghilangkangatal, dan menyembuhkan
kesemutan. Manfaat utama tanaman kunyit, yaitu:sebagai bahan obat
tradisional, bahan baku industri jamu dan kosmetik,bahan bumbu masak,
peternakan dll. Disamping itu rimpang tanaman kunyititu juga bermanfaat
sebagai anti inflamasi, anti oksidan, anti mikroba,pencegah kanker, anti
tumor, dan menurunkan kadar lemak darah dankolesterol, serta sebagai
pembersih darah.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar