Umat manusia telah mengenal budidaya bawang putih sejak 4.000 tahun lalu. Dalam sebuah papyrus yang diperkirakan berasal dari 1500 tahun Sebelum Masehi (SM), ditemukan catatan bahwa orang Mesir percaya ada 22 khasiat tanaman budidaya bawang putih untuk mengobati beragam penyakit.
Tak heran bila tanaman budidaya bawang putih ditemukan di dalam makam Raja Tutankhamun dari Mesir. Selain itu, tanaman budidaya bawang putih yang diyakini orang Mesir bisa meningkatkan stamina, juga merupakan santapan para pekerja yang saat itu tengah membangun piramid.
Tak hanya bangsa Mesir, bangsa-bangsa lain juga mengakui khasiat bawang putih yang diidentikk
an sebagai wonder drug. Lantaran kemanjurannya, orang Rusia menjadikan bawang putih sebagai pengganti antibiotik. Mereka menyebutnya sebagai Penisilin Russia. Sementara orang Yunani dan Romawi menggunakan tanaman budidaya bawang putih untuk mengobati lepra dan asma, serta menghalau kalajengking.
Begitu pula dengan bangsa Viking, yang dalam pengembaraannya menaklukkan berbagai negeri, selalu membawa bawang putih sebagai pelengkap logistik mereka. Bahkan pada saat perang dunia tahun 1914-1918, tentara Prancis menggunakan herbal tanaman budidaya bawang putih untuk mengobati luka.
Tanaman budidaya bawang putih merupakan tanaman sayuran yang berasal dari Asia Tengah, diantaranya Cina dan Jepang yang beriklim subtropis. Dari sini tanaman budidaya bawang putih menyebar ke seluruh Asia, Eropa dan akhirnya ke seluruh dunia. Sejarah bawang putih berkaitan dengan sejarah perjalanan peradaban dunia yang terlkenal.
Sebut saja piramida yang berasal dari zaman keemasan Mesir. Disini, tanaman budidaya bawang putih digunakan sebagai menu utama yang diberikan kepada buruh yang membangun piramida itu.
Manfaat Tanaman Budidaya Bawang Putih
Tanaman budidaya bawang putih merupakan salah satu jenis rempah-rempahan yang banyak digunakan untuk bumbu penyedap setiap masakan. Bawang putih ini termasuk bumbu yang murah dan mudah ditemukan di setiap dapur semua orang. Selain sebagi bumbu penyedap masakan, bawang putih dapat dimakan langsung, digoreng terlebih dahuli maupun di buat sambal bawang putih.
Selain berbagi manfaat diatas, tanaman budidaya bawang putih ternyata menyimpan zat-zat yang memiliki manfaaat dahsyat untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan tubuh anda. Lalu, apa saja manfaat dahsyat bawang putih bagi kesehatan tubuh tersebut.
Tanaman budidaya bawang putih sudah lama dikenal sebagai obat alami dari berbagai keluhan, gangguan maupun penyakit yang menyerang tubuh seseorang. Jadi, sebelum munculnya kemajuan teknologi di bidang kesehatan, nenek moyang kita masih menggunakan media pengobatan alami dengan menggunakan bawang putih tersebut.
Berikut ini 7 manfaat dahsyat hasil budidaya bawang putih bagi kesehatan tubuh anda :
1. Umbi tanaman budidaya bawang putih mengandung dialil sulfida yang memiliki peran mencegah kanker yang bisa membahayakan jiwa anda. Bagi perempuan, mengkonsumsi bawang putih secara tidak berlebihan dapat menangkal kanker pada payudara.
2. Bawang putih mampu mengontrol kadar gula dalam darah bagi penderita diabetes. Sehingga sangat cocok sebagai obat alami bagi yang mengalami penyakit atau gejala diabetes.
3. Kandungan kolesterol jahat dalam darah tentu akan berdampak buruk bagi kesehatan tubuh anda. Mengkonsumsi bawang putih merupakan langkah tepat dan terbukti ampuh mengurangi kadar kolesterol jahat tersebut.
4. Radikal bebas yang bercampur dengan oksigen yang dihirup dapat membahayakan kesehatan jantung anda. Bawang putih mampu melindungi organ jantung dari berbagai radikal bebas yang bertebaran di udara.
5. Kandungan zat kimia yang bernama ajoene didalam bawang putih berkhasiat untuk membasmi berbagai infeksi jamur yang menyerang kulit tubuh anda.
6. Tanaman budidaya bawang putih dapat menangkal berbagai serangan virus maupun bakteri yang dapat masuk ke dalam tubuh anda.
7. Kandungan gas hidrogen sulfida dalam bawang putih bermanfaat untuk melebarkan pembuluh darah serta berperan besar dalam mengontrol tekanan darah seseorang.
sumber: http://tips-ukm.com/sejarah-dan-manfaat-budidaya-bawang-putih/
Bawang merah
Tanaman bawang merah diyakini berasal dari daerah Asia Tenggara, yakni sekitar Banglades, India, dan Pakistan. Bawang merah dapat dikatakan sudah di kenal oleh masyarakat sejak ribuan tahun yang lalu, pada Zaman Mesir Kuno sudah banyak orang menggunakan bawang merah untuk pengobatan. Dari Eropa Barat, bawang merah ini menyebar luas sampai ke daratan Amerika, hingga Asia Timur dan Tenggaranyang berkaitan dengan pemburuan rempah-rempah oleh bangsa Eropa di benua Asia.
Sejak zaman Mesir Kuno masyarakat sudah mengenal bawang merah dan digunakan tidak hanya sebagai bumbu masak, tetapi juga sebagai bahan pengobatan. Menurut penelitian, bawang merah mampu menurunkan kadar gula dan kolesterol tubuh.
Pengaruh yang
lainnya dapat menghambat penumpukan trombosit, meningkatkan aktivitas
fibrinolitik tubuh sehingga dapat memperlancar aliran darah. Bawang merah juga
mampu memobilisasi kolesterol dari tempat penimbuhannya. Hal inilah yang
menyebabkan bawang merah dapat menahan kencing manis, dan mengurangi
kemungkinan terjadinya komplikasi penyakit kencing manis dengan penyakit
jantung, dan sebagainya.
·
Obat luka lama
Untuk mengobati
luka lama, bawang merah dapat digunakan dengan sedikit campuran minyak kalapa
dan garam dapur.
·
Obat Sakit Maag
Untuk mengobati
sakit maag dapat juga diredahkan dengan ramuan bawang merah. Hanya dengan cara
membersihkan bawang merah dengan air bersih dan langsung dimakan mentah-mentah.
·
Masuk angin atau
Meriang
Untuk mengobati anak-anak yang
masuk angina tau meriang dapat diobati dengan bawang merah, cara membuatnya
pertama bawang dikupas kemudian di parut, kemudian campurkan dengan sedikit
minyak kelapa dan minyak kayu putih, lalu
lumuri keseluruh tubuh.
sumber: https://blogkunciilmu.blogspot.co.id/2016/03/sejarah-bawang-merah.html
Daun bawang
Daun bawang atau green Onion atau Scallions adalah
jenis bawang yang bernama latin Allium fistulosum L. Bawang daun dalam
bahasa Inggris disebut dengan Welsh onion atau dalam bahasa Jepang
disebut dengan bunching onion.
Bawang daun merupakan sayuran yang sering dimanfaatkan sebagai penambah
aroma dan rasa dalam masakan, serta untuk mempercantik tampilan masakan.
Selain untuk tambahan dalam bumbu masakan, ternyata bawang daun
bermanfaat besar untuk kesehatan seseorang, bahkan dapat dimanfaatkan
sebagai tanaman obat.
Bawang daun biasanya dijual secara kelompok atau se- ikat. Bawang daun
memiliki rasa yang lembut dan renyah jika dimakan. Bawang daun memiliki
rasa dan aroma yang sangat mirip dengan bawang bombai pada umumnya.
Bawang daun dapat digunakan untuk bumbu masak berupa sop, tumis maupun
sayur atau untuk campuran pelengkap telor kocok.
Bumbu masakan yang satu ini kaya akan kandungan mineral, terutama zat
besi dan kalium. Zat besi sangat diperlukan dalam pembentukan sel darah
merah. Sangat bagus dikonsumsi oleh penderita anemia. Sedangkan kalium
bermanfaat untuk mengatur kadar cairan tubuh, menjaga fungsi jantung,
dan mencegah kram pada otot.
Bawang daun memiliki sifat anti bakteri, anti jamur, dan anti virus
sehingga baik untuk mengobati infeksi dan luka yang ada di dalam tubuh.
Bawang daun juga memiliki kandungan asam folat yang tinggi.
Asam folat sangat penting, terutama bagi para ibu hamil untuk menjaga
kesehatan janin dan juga mengoptimalkan perkembangan dari janin dan
mencegah kecacatan bawaan pada bayi, sehingga dapat lahir dengan sehat.
Asam folat ini juga bermanfaat bagi ibu hamil karena dapat melindungi
tubuh dari berbagai penyakit.
Daun bawang juga bermanfaat untuk pertumbuhan tulang dan gigi pada
janin yang masih dalam kandungan. Pertumbuhan tulang dan gigi dapat
berjalan optimal berkat kandungan kalsium dan fosfor yang tinggi pada
buah Daun bawang.
Selain itu, Daun bawang diperkaya juga dengan kalium, dimana kalium itu
sendiri berfungsi untuk mempertahankan kalsium dalam tubuh. Hal ini
akan menjadikannya sangat bermanfaat dalam proses pembentukan tulang
janin dan menguatkan persendian pada tubuh ibu menjadi lebih sehat dan
lebih kuat, memperlancar ASI, serta dapat mencegah penyakit penyusutan
tulang atau osteoporosis. Hal ini dikarenakan, bawang daun ini memiliki
kandungan mangan, kalsium, dan vitamin K yang baik untuk menjaga
kesehatan tulang dan persendian.
sumber: https://artikelbawang.blogspot.com/2016/10/asal-usul-sejarah-tanaman-bawang.html



Tidak ada komentar:
Posting Komentar